Salam Cinta Penuh Kedamaian,

Seiring pengembangan diri kita, kita akan mendapatkan tugas tugas baru. Terkadang kita mendapatkan tugas sesuai dengan apa yang kita pelajari dan pahami, namun tidak jarang juga tugas yang datang pada kita adalah tugas yang sebelumnya tidak pernah kita lakukan.

Saya ambil contoh, karyawan yang sebelum mengemban tugasnya dalam sebuah perusahaan akan di bekali dengan pengembangan diri berupa pelatihan pelatihan sesuai bidangnya. Namun pada saat karyawan itu memiliki seorang anak yang baru lahir, ada tugas-tugas baru yang selama ini tidak pernah di pelajarinya. Di tempatnya belajar, dia tidak pernah belajar mengenai bagaimana mengganti popok, memandikan bayi, dan tugas tugas lain.

Selain contoh diatas, pasti anda pernah mengalami saat anda diminta untuk melakukan sesuatu, atau mendapat tanggung jawab baru. Apa yang sering terpikirkan pada saat itu? Takut? Tidak percaya diri?

Memang beberapa orang akan melihat ini sebagai sebuah tantangan, namun kebanyakan dari kita akan melihat ini sebagai sesuatu yang menyeramkan. Anda mungkin berpikir, bahwa anda tidak paham apa yang harus dilakukan saat meeting karena anda tiba tiba diminta menggantikan boss anda saat meeting, atau anda tidak tahu bagaimana menyelenggarakan sebuah event saat anda tiba tiba ditunjuk menjadi pantia dalam sebuah event. Tapi tenang, sering kali ini adalah awal dari proses pengembangan diri Anda.

belajar berjalan

                 belajar berjalan source : http://www.newhealthadvisor.com/

Dulu, saya berpikir bahwa saya haruslah memahami semua tentang apa yang akan saya lakukan. Saya akan berusaha untuk mencari tahu terlebih dahulu apa dan bagaimana, atau saya tidak akan mengambil tugas tersebut. Hal ini sesuai dengan yang kita alami dalam proses belajar sekolah kita, kita dibuat paham dulu baru diuji.

Sayang sekali, banyak yang tidak paham bahwa metode alam mengajarkan kita sesuatu sedikit berbeda. Sering kali keadaan memaksa kita untuk mengambil tugas atau kewajiban sebelum kita dapat sepenuhnya paham akan tugas atau kewajiban tersebut.

Dulu saya saya sangat tertekan dalam keadaan seperti ini, namun saya kembali melihat pada diri saya. Ternyata yang terpenting bukan kemampuan dan pemahaman sepenuhnya tentang sesuatu, namun yang terpenting adalah pernyataan pada diri sendiri bahwa kita meng-iya- kan tugas tersebut. Karena dalam tugas / kewajiban tersebutlah dimulai proses belajar, yang walaupun sering kali tidak langsung berhasil dengan baik.

“Begitulah cara alam mengajari kita, dengan melakukan, kita menjadi lebih paham. Setelah kita paham, dengan terus melakukan, kita akan menjadi lebih mahir. Setelah mahir, dengan terus melakukan kita akan menguasai hal yang kita lakukan tersebut, dan tanpa disadari kita dapat melakukannya dengan otomatis, tanpa harus berpikir”

Mari amati balita di sekitar kita. Sebelum mereka dapat berjalan, apakah mereka menungu untuk benar benar paham apa dan bagaimana berjalan itu? Perhatikan baik baik, mereka mencoba mengangkat pantat mereka, tanpa tahu mengapa, mereka mencoba untuk berdiri, walaupun belum benar benar paham apa itu berdiri. Saat mereka kesusahan dalam berdiri, mereka akan menggapai apa yang bisa digapai untuk membantu diri mereka.

Melihat kegigihan mereka, orang tua atau orang dewasa disekitar mereka pun akan tersentuh dan membantu mereka, mengajarkan mereka untuk melangkah, selangkah demi selangkah, tanpa paham apa itu melangkah. Dan tanpa disadari, dalam waktu tertentu mereka sudah menjadi balita yang dapat lari kesana kemari.

Begitulah cara alam mengajari kita, dengan melakukan, kita menjadi lebih paham. Setelah kita paham, dengan terus melakukan, kita akan menjadi lebih mahir. Setelah mahir, dengan terus melakukan kita akan menguasai hal yang kita lakukan tersebut, dan tanpa disadari kita dapat melakukannya dengan otomatis, tanpa harus berpikir. Tidak percaya? Coba anda perhatikan saat anda berjalan, apakah anda harus benar benar berpikir untuk mengangkat kaki, mengayun, dan menapakanya? Tentu semua sudah menjadi sesuatu yang otomatis.

Saat kita meng-iya-kan bahwa kita akan mengemban tugas tersebut, yang akan terjadi sama seperti orang dewasa yang melihat kegigihan seorang balita. Tanpa kita sadari, guru dan mentor akan datang dan membantu kita belajar menapak hingga kita dapat berlari

Tentu penerapan apa yang saya bagikan juga tidak dapat dilakukan secara instan. Tetap dilakukan setapak demi setapak. Bukan hanya untuk Anda, yang membaca tulisan ini, tapi juga saya. Kita sama sama terus berkembang, karena proses pengembangan diri adalah proses tanpa henti. Siapa pun anda, pasti akan ada tugas tugas baru yang harus anda lakukan.

Mari sama sama kita meng-iya-kan dengan mengafirmasi “ Saya meniatkan belajar atas bimbingan guru untuk dapat menjalankan (tugas atau kewajiban) saya dengan lebih baik” walaupun anda belum tahu siapa guru yang akan membantu anda, namun radiasi pikiran dan niat anda perlahan akan menarik guru yang sesuai dengan diri anda, dan tanpa anda sadari anda akan mulai melakukan pengembangan diri menjadi lebih baik, karena anda akan mulai mengerti karena melakukan.

Selamat belajar, setapak demi setapak.

 

Dr Rastho Mahotama

SOUL Training Center