Rahasia Menjalani Hidup Dengan Bijaksana. Hidup adalah sebuah proses yang berkelanjutan. Semenjak kita berada dalam kandungan, kita berproses dari beberapa kumpulan sel menjadi seorang bayi. Pada saat lahir pun kita melakukan proses dari bayi dengan paru-paru yang tidak mengembang, menjadi bayi dengan paru-paru yang mengembang. proses yang di tandai dengan tangisan nyaring yang menandai petualangan baru kita di dunia.

Di fase awal kehidupan kita, kita berproses seorang diri, memang dengan bantuan orang tua yang selalu mengayomi, namun semakin kita dewasa, sesuai dengan proses kita, kita semakin sadar bahwa kita adalah mahluk social dan berproses bersama teman, saudara, dan orang orang lain di sekitar kita

Seiring berjalan nya waktu, kita mulai berproses bersama teman. Terkadang muncul perasaan bahwa kita dan teman kita adalah sekelompok yang senasib, yang menjalani hal yang sama. Tidak ada yang salah dengan perasaan dan pemikiran tersebut. Memang kita membentuk sebuah komunitas, komunitas dengan kesamaan yaitu berproses pada tempat yang sama, pada waktu yang sama dan kondisi yang sama.

Biasanya masalah muncul pada saat kita mendapatkan hasil yang berbeda dengan teman seperjuangan kita. Entah teman kita yang melesat, mendapatkan hasil yang lebih baik, atau kita yang melesat jauh meninggalkan teman kita. Pasti akan ada rasa. Rasa tidak enak karena meninggalkan atau ditinggalkan, rasa yang mempertanyakan mengapa dengan proses yang tampak sama, tapi hasilnya berbeda. Beberapa teman akan mulai mempertanyakan tentang keadilan, menyalahkan tempat berporses, menyalahkan mentor, menyalahkan diri sendiri bahkan ada yang menyalahkan Sang Pencipta

Memang lebih nyaman menyalahkan orang lain dan lari dari kenyataan. Namun apakah hal tersebut akan membantu kita untuk semakin bertumbuh dalam proses kita? Atau malah membuat kita makin terpuruk?

Lebih mudah menyalahkan yang lain, dibandingkan menyempatkan diri melihat ke dalam diri kita, melihat apa yang menyebabkan berbedanya hasil, memperbaiki sebisanya dan terus melangkah.

Secara logika, apabila bahan yang sama, mendapatkan proses yang sama, tentu hasilnya akan sama. Kita hanya sering lupa, bahwa sedekat apa pun kita dengan orang lain, kita tidak pernah sama dengan orang tersebut. Bahkan saudara kembar pun tidak sepenuhnya sama.

“Terus lah melangkah dalam proses, tetap men-suport teman yang mendapatkan hasil yang kurang, dan meniatkan belajar dari teman yang mendapatkan hasil yang lebih”

-Rastho-

Tentu dengan menyadari bahwa bahan dasar yang tidak sama, kita akan memaklumi hasil akhir yang tidak sama. Kita harus sadar, walau dalam komunitas, walau dalam nasib yang serupa, proses kita tetaplah proses yang bersifat pribadi. Selama kita melihat keluar dan mengharapkan hal yang sama dengan orang lain, hanya akan ada penderitaan.

Ayo sama sama, terima bahwa kita memang berbeda, unik dan tiada duanya, jadi terus melangkah dalam proses, tetap mensuport teman yang mendapatkan hasil yang kurang, dan meniatkan belajar dari teman yang mendapatkan hasil yang lebih, dan tanpa kita sadari, kita telah bertumbuh lebih cepat. Tentu pasti hasilnya akan berbeda dengan orang lain, tapi inilah proses diri kita.

Pertumbuhan adalah sebuah proses, kadang terlihat sangat cepat, kadang terlihat sedikit lambat, namun bagaimanapun, pertumbuhan adalah pertumbuhan, mari bertumbuh bersama.

by dr.Rastho Mahotama