Pada hari Minggu, 21 Juni 2015 dalam suasana pagi di tepi pantai Merthasari Sanur, hiruk pikuk peserta “Soul Go Green and Clean” mengiringi matahari yang baru terbit di ufuk timur. SOUL Spirit Of Universal Life, bersama Bunda Arsaningsih, bekerjasama dengan Balai Pengelolaan Hutan Mangrove (BPHM) dan Desa Sanur Kauh melakukan kegiatan penanaman pohon bakau (mangrove).

“Kita sebagai manusia mempunyai tugas untuk menyelaraskan alam, sesuai dengan konsep Tri Hita Karana.”

Bunda Arsaningsih

 

SOUL kids

SOUL Kids sedang menananm

Sebanyak 200 pohon mangrove dan cemara pantai telah ditanam di tepian pantai. Acara ini selaras dengan upacara Tumpek Uduh, yang juga dilakukan oleh umat Hindu Bali setiap 6 bulan sekali untuk menghormati setiap tanaman. Acara ini diselenggarakan untuk mendukung program pemerintah menuju “Bali Go Green”, agar kita manusia dapat hidup selaras dengan alam ini.

Acara  SOUL Go Green and Clean ini Diikuti oleh lebih dari 100 orang, yang terdiri dari anak-anak, remaja dan dewasa, termasuk diantaranya 40 orang siswa dan pembina anggota pramuka SMP PGRI 3 Denpasar yang turut serta mendukung kegiatan ini.

“Apabila tidak ada tanaman maka kita tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup. Selain menghasilkan oksigen tanaman juga menghasilkan energi. Energi yang dihasilkan oleh tanaman ini dapat menyelaraskan alam ini” kata Bunda Arsaningsih yang memberi pemahaman kepada peserta sesaat setelah kegiatanpenanaman.

Peserta SOUL Go Green and Clean

Seluruh peserta SOUL Go Green And Clean

Masing-masing tanaman memiliki energi, baik itu positif atau negatif, dan tergantung manusia menggunakannya untuk keperluan apa. Para leluhur kita dahulu sudah memahami konsep energi sehingga mereka bisa memilah mana yang bagus untuk upacara. Konsep energi merupakan dasar dari apapun yang terjadi di Bali. Selain menanam pohon hal penting yang harus dilakukan adalah memeliharanya setiap hari.

Bunda Arsaningsih juga mengajarkan,”Kita dapat melakukan pemeliharaan selain secara fisik ataupun melakukannya secara energi. Kita harus bertanggung jawab atas apa yang kita tanam untuk dengan selalu merawatnya setiap hari.”

Energi yang diperlukan oleh tumbuhan sementara ini berasal dari alam misalnya dari matahari, energi

Menanam

Bunda Arsaningish Menanam Mangrove

bumi. Namun pada saat manusia terhubung dengan energi Tuhan yaitu energi yang tertinggi di alam ini, yang dapat kita manfaatkan untuk semua termasuk untuk tanaman. Karena energi Tuhan ini sangat halus dan lembut, penuh dengan energi cinta. Maka tanaman yang terus dikirimi energi cinta akan tumbuh dengan subur.

“Kita sebagai manusia mempunyai tugas untuk menyelaraskan alam, sesuai dengan konsep Tri Hita Karana.” Tambah Bunda Arsaningsih. Hal ini sejalan dengan perwujudan salah satu misi Soul yang menyeimbangkan antara material dan spiritual secara kongkret.